Untuk Siapa Kerja Keras dan Hidup Kita Selama Ini?
Hari libur adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh hampir semua orang. Dari usia anak-anak, orang dewasa, sampai usia lansia. Hari Minggu, 24 Mei 2026, Sekutu Buku kembali mengadakan diskusi buku Hak untuk Malas dan gelar lapak baca gratis untuk pengunjung wisata edukasi Monumen Bendungan Soedirman. Kami duduk dan membaca buku Hak untuk Malas dengan bermalas-malasan. Buku yang cukup berat untuk di baca di hari yang semua orang ingin rebahan.
Kali ini hanya berdua dan bab dua pun tidak selesai. Hari itu kami terlalu malas untuk membahas hal yang berat-berat. Sisa waktunya, kami habiskan dengan bercerita, tentang kerja, tentang kehidupan, tentang bagaimana kerja lembur yang perlahan menyita waktu kita untuk membaca. Pengunjung yang sedang berlibur pun sempat mampir ke lapak baca kami. Duduk sebentar, melihat-lihat, membaca satu sampai dua paragraf, lalu pergi.
Ada pertanyaan yang muncul dari fenomena di hari itu. Apakah benar orang-orang memang memiliki minat baca yang rendah, atau mereka hanya tidak memiliki akses dan waktu luang untuk membaca - terutama buku? Apakah sejak awal kita memang tidak memiliki minat membaca? Atau kita dibuat untuk tidak memiliki minat membaca? Pertanyaan ini tidak mudah untuk dijawab langsung. Kita perlu melihat dinamika perubahan sosial dari waktu ke waktu.